Sejarah Singkat Berdirinya SMK Bintang Persada Denpasar

Yayasan Bintang Persada berdiri sejak tahun 2004 di kabupaten Tabanan, provinsi Bali. Yayasan Bintang Persada menaungi beberapa lembaga pendidikan yakni, PG/TK, SD, SMP, SMK, Perguruan Tinggi (Diploma III Farmasi, D3 Gizi (Kesehatan & Pariwisata/Kuliner), S1 Farmasi dan S1 Keperawatan). Pada awal tahun 2020 Yayasan Bintang Persada juga menaungi salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta yang berada di daerah Klungkung yakni SMK Kesehatan Panca Atma Jaya.

SMK Bintang Persada Denpasar berdiri pada tahun 2010 yang sebelumnya bernama SMK Farmasi Bintang Persada. Pada awal berdirinya, sekolah hanya memiliki satu program keahlian yaitu Farmasi. Melihat minat masyarakat yang tinggi dalam memilih sekolah kejuruan yang berkualitas, maka diawal tahun ajaran 2017/2018 sekolah membuka program keahlian baru di bidang kesehatan dan pariwisata yakni program keahlian Keperawatan, Kuliner (tata boga), dan Perhotelan.

Pembukaan program keahlian baru ini selain bertujuan untuk menampung minat masyarakat, juga untuk mengurangi anak-anak yang putus sekolah.  Dari awal berdirinya SMK Farmasi Bintang Persada, sudah banyak menampung/membantu anak-anak dari panti asuhan/anak yatim/piatu, untuk dapat melanjutkan pendidikan dengan biaya yang terjangkau. Dengan demikian, pembukaan program keahlian baru  di SMK Farmasi Bintang Persada selain berorientasi terhadap perubahan pasar kerja, diharapkan juga mampu menampung minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah kejuruan yang berkualitas, serta untuk mengurangi anak-anak yang putus sekolah karena terbeban dengan biaya sekolah yang tinggi.

Dengan dibukanya program keahlian baru di SMK Farmasi Bintang Persada, maka pada tahun ajaran 2017/2018 pihak sekolah mengajukan perubahan nama SMK Farmasi Bintang Persada menjadi SMK Bintang Persada Denpasar. Hal ini bertujuan untuk membuka wawasan serta memperkenalkan ke masyarakat bahwa program keahlian yang ditawarkan di SMK Bintang Persada tidak hanya program keahlian Farmasi. Perubahan nama SMK juga bertujuan untuk menghindari pertanyaan dan keraguan dari pihak DU/DI khususnya di bidang industri pariwisata.

Melihat perkembangan bisnis penerbangan di Indonesia khususnya di Bali semakin meningkat, tentunya membuka banyak peluang lapangan pekerjaan di sektor ini. Dunia penerbangan memerlukan tenaga-tenaga ahli khusus yang handal dan berkompeten di bidangnya. Ironisnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia khususnya penyedia jasa transportasi udara masih harus mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri. Hal ini karena masih terbatasnya sekolah atau institusi di negeri ini yang menyediakan program pendidikan di bidang penerbangan.

Namun permasalahan yang ada, banyak masyarakat yang berpikir bahwa sekolah penerbangan sangat mahal. Selain itu keberadaan sekolah yang menyediakan jurusan penerbangan di Indonesia khususnya di Bali juga masih sangat minim. Dengan bertambahnya kapasitas bandara Ngurah Rai dan akan dibangunnya Bandara Bali Utara yang berlokasi di kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Oleh karena itu, pada awal tahun 2021 SMK Bintang Persada Denpasar hadir untuk memberikan pilihan sekolah penerbangan dengan biaya yang jauh lebih murah dan terjangkau, serta dengan fasilitas belajar dan praktik yang jauh lebih lengkap. Program keahlian baru yang dibuka antara lain program keahlian teknologi Pesawat Udara, dan Manajemen Perkantoran dengan kompetensi keahlian yaitu Electrical Avionics, Airframe Power Plant, dan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (Bandara). Pada setiap kompetensi keahlian tersebut, siswa akan dibekali dengan keterampilan/dasar kemiliteran, sehingga siswa akan menjadi lebih mandiri dan lebih bertanggung jawab.

Dengan berbagai program keahlian yang ditawarkan di SMK Bintang Persada Denpasar, diharapkan sekolah menjadi semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat khususnya dalam memberikan pendidikan yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau.